Senin, 09 Februari 2015

Kemuliaan Bagi Yang Menjaga Lisan



Oleh :Ustadz Muhammad Sulhan, Lc, MHI

Seorang bijak berkata:

“Ada enam sifat untuk mengetahui orang itu bodoh:

marah tanpa sebab,
suka membuka rahasia,
suka mengganggu orang lain,
memberi bukan pada tempatnya,
tidak bisa membedakan lawan atau kawan dan
berbicara tanpa ada faedahnya.



Suatu ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya oleh ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu 'anhu,

ia berkata:

“ Wahai Rasulullah, apakah keselamatan itu?

Beliau menjawab: “ Jagalah lisanmu.”

(Sahih riwayat at-Tirmidzi)

Bagi siapa saja yang menginginkan kemenangan beserta limpahan pahalanya, maka hendaknya ia benar-benar menjaga lisannya. Berikut ini beberapa balasan dari ar-Rahman bagi siapa saja yang menjaga lisan.

Semoga bermanfaat.

☆ [1]. Berkata Baik Adalah Sedekah Dan Sedekah Merupakan Ibadah

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ.

Ucapan yang baik adalah sedekah.

(HR. al-Bukhari dan Muslim)

Kalimat yang baik, seperti membaca al-Qur’an, berzikir,

mengucapkan kalimat-kalimat baik yang berisi nasihat, petuah dan lain-lain merupakan sedekah, yang dengan semua itu Allah akan membalasnya dengan pahala.

Sebab sedekah merupakan ibadah, dan ibadah yang dikerjakan seorang hamba, pasti akan dibalas oleh Allah dengan limpahan pahala.

☆ [2]. Mendapatkan Keberkahan Di Dunia

Seseorang yang berkata baik dan jujur dalam ucapannya, Allah tidak akan menyia-nyiakan kebaikan tersebut.

Allah akan memberikan keberkahan baginya.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan potret pedagang yang mendapatkan limpahan keberkahan dari Allah ta’ala. Sabda beliau:

الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا، فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُوْرِكَ لَهُمَا فِيْ بَيْعِهِمَا وَإِنْ كَتَمَا وَكَذَبَا مُحِقَتْ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا.

Penjual dan pembeli memiliki hak melanjutkan atau mengurungkan akad selama mereka berdua belum berpisah.
Apabila keduanya jujur dan menjelaskan (aib barang) maka jual beli mereka akan diberkahi, namun apabila keduanya menyembunyikan (aib barang) dan berdusta maka keberkahan jual beli mereka akan dilenyapkan.

(HR. al-Bukhari)

Hadis ini sekaligus nasihat bagi siapa saja yang berniaga. Hendaknya ia bertakwa kepada Allah dalam transaksi jual belinya, jangan sampai berdusta atau menyembunyikan aib barangnya agar keberkahan dari Allah senantiasa turun kepadanya.

☆ [3]. Jaminan Masuk Surga

Bagi orang yang jujur, maka kejujurannya itu dapat mengantarkan dirinya masuk ke dalam surga, dan dia pun di sisi Allah terkenal sebagai orang yang sangat jujur.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan:

إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الْجَنَّةِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتَّى يُكْتَبَ صِدِّيْقًا.

Sesungguhnya kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa kepada surga, dan sesungguhnya seseorang itu ia senantiasa berkata jujur hingga ia ditulis (di sisi Allah) sebagai seorang yang jujur.

(HR. al-Bukhari dan Muslim)

Di dalam hadis yang lain, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga menjamin bagi siapa saja yang menjaga lisannya dengan dimasukkan ke dalam surga. Sabda beliau:

مَنْ يَضْمَنُ لِيْ مَا بَيْنَ لَحْيَيْهِ وَرِجْلَيْهِ أَضْمَنُ لَهُ الْجَنَّةَ.

Barang siapa yang menjamin bagiku (bisa menjaga) lisan dan kehormatannya maka aku jamin baginya surga.

(Muttafaq ‘alaihi)

☆ [4]. Paling Dekat Dengan Nabi Pada Hari Kiamat

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengatakan:

إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّيْ مَجْلِساً يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلاَقاً.

Sesungguhnya di antara kalian yang paling aku cintai dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah kalian yang paling baik akhlaknya.

(HR. ath-Thabrani dengan sanad Hasan)

Tentu saja termasuk akhlak yang baik dan mulia bagi seseorang apabila ia menjaga lisannya, bertutur kata dengan baik, berbicara dalam hal-hal yang bermanfaat dan lain sebagainya.

☆ [5]. Dijanjikan Sebuah Istana Di Surga

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

أَنَا زَعِيْمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا، وَبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا، وَبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهَ.

Aku menjamin sebuah rumah (istana) di pinggiran surga bagi yang meninggalkan debat meskipun ia di atas kebenaran, dan sebuah rumah di tengah surga bagi yang meninggalkan dusta meskipun sekedar bercanda, dan sebuah rumah di surga paling atas bagi yang baik akhlaknya.

(HR. Abu Dawud dengan sanad Hasan li ghairihi)

Inilah beberapa keutamaan dan kemuliaan bagi siapa saja yang menjaga lisannya.
Tidaklah ia menggunakannya kecuali untuk hal yang bermanfaat.
Terakhir, simaklah baik-baik untaian nasihat dari al-Hasan al-Bashri rahimahullah berikut ini. Ia berkata:

لِسَانُ الْعَاقِلِ وَرَاءَ قَلْبِهِ، فَإِذَا أَرَادَ الْكَلاَمَ تَفَكَّرَ، فَإِذَا كَانَ لَهُ قَالَ وَإِذَا كَانَ عَلَيْهِ سَكَتَ.

Lisan orang yang berakal berada di belakang hatinya, apabila ingin berbicara maka ia berpikir terlebih dahulu, bila ada manfaatnya maka ia katakan, namun bila membahayakan maka ia memilih diam.

Semoga Allah membimbing kita semua menuju senantiasa dimudahkan menjaga lisan hingga ajal menjemput kita.

Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar