Rabu, 28 Januari 2015

Wanita Dan Kesabaran

Berbagi cerita,silakan mak ambil hikmahnya
Waktu umur anak pertama aq umurnya 9hr,aq pnya art mak,tetangga sih,usianya terpaut 5th dbawah aq,sdh menikah dan belum pnya anak sd 6 masuk 7th pernikahannya.anaknya baik,jujur,dan polos.gak pernah hitung2an dalam pekerjaan,dulu dia cm nyuci baju,n jemur,dg upah 150rb/bln pd waktu itu,,dy ambil cucian nya stelah selesai nyuci drmh bu bidan di tempatku..
Meski begitu,hbs nyuci baju dy mlah nyuci piring,nyapu,bahkn bantu2 ngepel,masak..anak aq pun di gendong...bhkan uang,perhiasan drumahku gak pernah hilang,meski aq tinggal dy sendirian klo aq mau kluar,ketika pekerjaannya nyetrikanya blm kelar...uang sepeserpun gak pernah hilang
‪#‎beda‬ dg art ku yg tempo hari blm krja sj sdh hitung2an,eh 2hr krja,sdh brani maling mknan,dsuruh ambil sendiri malah lncang ambil yg lain dg diam2
Balik lg cerita nya ya mak,

Buah Dari Kesabaran

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim .. Hujan kian deras mengguyur bumi. Sesekali aku harus memeluk Dafa yang masih bayi ketika suara guruh menggedor-gedor pintu langit dengan kerasnya.
Aku memandang sayu ke arah anak-anakku yang tertidur di atas tikar pandan. Duhai.. alangkah indah dan sucinya wajah mereka. Kutatapi wajah mereka satu persatu dengan nikmatnya. Demikiankah wajah bidadari kecil dari syurga Allah?
Sejenak aku terlupa betapa seperempat jam yang lalu ketiga bidadariku itu menangis karena lapar yang tidak tertahankan. Zakia yang paling besar menangis dengan keras sekali sambil menghentak-hentakkan kaki.
“Zakia lapar, Umi. Lapaar..mana nasinya?” Sementara Yamin yang masih tiga tahun hanya bisa merengek-rengek panjang dengan kosa kata yang terbatas, “Umi, mo mamam, Umi.”
Kutatapi segenggam beras yang masih tersisa. Subhanallah..teringat aku kepada Mas Darman, Abinya anak-anak. Tadi pagi ia berangkat tanpa sarapan apapun kecuali segelas air sumur yang kumasak dengan kayu api. Bagaimana kalau hari ini Abi tidak berhasil membawa seliter beraspun seperti kemarin.
Abi cuma kuli upahan yang membawa cangkul ke mana-mana. Syukur sekali jika ada truk yang menawarkan kerjaan menurunkan pasir atau mengisi tanah merah. Dari kerja ikut truk biasanya Abi bisa dapat uang delapan ribu rupiah. Alhamdulillah cukup untuk beli beras dua tiga liter.
Kemarin Abi juga hanya sarapan segelas air sumur. Kuselipkan di saku celananya yang lusuh uang seribu rupiah. Malam harinya Abi pulang dengan seulas senyum kepasrahan.

Sedakah Itu Mudah dan Murah

SIMPLE SEDEKAH =
✔ Shalat Dhuha setiap hari merupakan sedekah untuk setiap tulang yang kita miliki ^_^.
✔ Belilah beberapa buah sandal jepit plastik atau bakiak kayu, letakkan di sekitar masjid agar para jamaah dapat menggunakannya saat akan berwudhu. Anda akan menikmati pahala dari setiap orang yang memakainya
✔ Letakkanlah di jendela kamarmu segelas air atau makanan untuk burung-burung kecil yang datang hinggap ke sana
✔ Sisihkanlah dari hasil upah jerih
payahmu, sebagian untuk disumbangkan kepada anak yatim