Tampilkan postingan dengan label semangat dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label semangat dakwah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 September 2015

"Seandainya" kaya yang kurang pantas menjadi pantas

Presiden Republik Chechnya Ramzan Akhmadovich Kadyrov mewajibkan para polisi dan tentara menunaikan shalat Isya dan shalat Subuh di Masjid. Kebijakan yang islami ini menuai apresiasi dari masyarakat Muslim dunia.

Minggu, 20 November 2011

Dakwah adalah Cinta

Teringat kembali aku akan nasehat Syaikhut Tarbiyah, Ust. Rahmat Abdullah, tentang dakwah


Memang seperti itu dakwah.
Dakwah adalah cinta.
Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu.
Sampai pikiranmu.
Sampai perhatianmu.
Berjalan, duduk, dan tidurmu.
Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yg kau cintai.
Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yg menempel di tubuh rentamu. Tubuh yg luluh lantak diseret-seret. .. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.
Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah. Beliau memang akan tua juga. Tapi kepalanya beruban karena beban berat dari ayat yg diturunkan Allah.
Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz. Dia memimpin hanya sebentar. Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung. Tidak ada lagi orang miskin yg bisa diberi sedekah. Tubuh mulia itu terkoyak-koyak. Sulit membayangkan sekeras apa sang Khalifah bekerja. Tubuh yang segar bugar itu sampai rontok. Hanya dalam 2 tahun ia sakit parah kemudian meninggal. Toh memang itu yang diharapkannya; mati sebagai jiwa yang tenang.
Dan di etalase akhirat kelak, mungkin tubuh Umar bin Khathab juga terlihat tercabik-cabik. Kepalanya sampai botak. Umar yang perkasa pun akhirnya membawa tongkat ke mana-mana.
Kurang heroik?
Akhirnya diperjelas dengan salah satu luka paling legendaris sepanjang sejarah; luka ditikamnya seorang Khalifah yang sholih, yang sedang bermesra-mesraan dengan Tuhannya saat sholat.

Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Dakwah bukannya tidak menyakitkan. Bahkan juga para pejuang risalah bukannya sepi dari godaan kefuturan.
Tidak Justru kelelahan. Justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari. Satu kisah heroik, akan segera mereka sambung lagi dengan amalan yang jauh lebih tragis.
Justru karena rasa sakit itu selalu mereka rasakan, selalu menemani justru karena rasa sakit itu selalu mengintai ke mana pun mereka pergi akhirnya menjadi adaptasi. Kalau iman dan godaan rasa lelah selalu bertempur, pada akhirnya salah satunya harus mengalah. Dan rasa lelah itu sendiri yang akhirnya lelah untuk mencekik iman. Lalu terus berkobar dalam dada.
Begitu pula rasa sakit. Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka. Hingga hasrat untuk mengeluh tidak lagi terlalu menggoda dibandingkan jihad yang begitu cantik.
Begitupun Umar. Saat Rasulullah wafat, ia histeris. Saat Abu Bakar wafat, ia tidak lagi mengamuk. Bukannya tidak cinta pada abu Bakar. Tapi saking seringnya ditinggalkan, hal itu sudah menjadi kewajaran. Dan menjadi semacam tonik bagi iman..
Karena itu kamu tahu. Pejuang yg heboh ria memamer-mamerkan amalnya adalah anak kemarin sore. Yg takjub pada rasa sakit dan pengorbanannya juga begitu. Karena mereka jarang disakiti di jalan Allah. Karena tidak setiap saat mereka memproduksi karya-karya
besar. Maka sekalinya hal itu mereka kerjakan, sekalinya hal itu mereka rasakan, mereka merasa menjadi orang besar. Dan mereka justru jadi lelucon dan target doa para mujahid sejati, ya Allah, berilah dia petunjuk sungguh Engkau Maha Pengasih lagi maha Penyayang
Maka satu lagi seorang pejuang tubuhnya luluh lantak. Jasadnya dikoyak beban dakwah. Tapi iman di hatinya memancarkan cinta Mengajak kita untuk terus berlari .::.
Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.
Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.
.::.

(alm. Ust Rahmat Abdullah)

Kalau iman dan syetan terus bertempur. Pada akhirnya salah satunya
harus mengalah.
: In memoriam Ust. Rahmat Abdullah :

Ya Allah, karuniakanlah kami panasnya iman yang mampu membakar ruh HAMASAH untuk terus bermujahadah dengan penuh kesabaran. Aamiin.


♥ღ ♥ ♥KEEP ISTIQOMAH ♥♥♥♥
Salam Santun N Ukhuwah Islamiyah

♥●•٠♥Semoga dapat memberikan manfaat ♥٠•●♥

Rabu, 28 September 2011

[Semangat] Untukmu yang Lelah Berjuang







“ALLAH telah menjanjikan kepada orang yang beriman dan beramal saleh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al Maidah : 9)

Bismillaahirrahmaanirrahii
m.

Assalaamu’alaykum.wrh.wbr.

Saudaraku.

Pernahkah kita merasa lelah akan perjuangan menolong agama ALLAH? Pernahkah hati ini terasa sangat sakit, lebih sakit dari rasa disayat sembilu? Dicela karena berusaha berbuat baik, dihina karena dianggap naif. Dijauhi karena “berbeda”, dianggap aneh karena “menunduk”, dan seterusnya. Ingin sekali rasanya hati ini marah. Teriak sekeras-kerasnya! Dan mengatakan “Inilah ISLAM!”.

Saat kita ingin berubah, saat kita ingin berbuat baik, banyak sekali kadang rasa sakit dan kerapuhan yang harus kita lewati. Dianggap “norak” lah, “beda” lah, “sok baik” lah, atau sejenisnya. Saat kita berusaha menundukkan pandangan, hati harus terluka dengan cemoohan “cari uang jatuh”. Saat ukhtiy jilbabnya panjang dan syari, tak jarang fitnah “fanatik” muncul. Saat kita membawa juz 30 ke mana-mana, malah disindir “Baca komik, ye?”. Apapun yang kita usahakan untuk ALLAH, masih saja dianggap salah oleh orang yang lari dari rahmat-NYA.