Tampilkan postingan dengan label Fikih Wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fikih Wanita. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Oktober 2011

Kriteria Hijab Syar'i


Kemarin kita telah membahas tentang alasan kenapa kita harus megenakan Hijab, naahhh sekarang kita akan membahas tentang kriteria-kriteria hijab sesuai sunnah itu seperti apa sih? Apakah jilbab yang dililit ke leher atau jilbab yang menjuntai sampai menutupi dada dan tangan hhhhmmm menurut Islam yang mana yahhh? ^_^ 
Kalo kita lihat dari segi Al-qur'an dan Hadits kriteria-kriteria Hijab yang syar'i seperti ini:
Pertama: Hendaknya menutup seluruh tubuh dan tidak menampakkan anggota tubuh sedikitpun karena Alloh SWT berfirman:






 “Wahai nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri  orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka’. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Alloh adalah Maha Pengampun lagi maha Penyanyang.” (Al-Ahzab:59)
Imam Al-Allamah Al-Qurthubi Al-Maliki berkata: “Kebiasaan kaum wanita bangsa arab pada zaman jahiliyah berbicara bebas dan membuka wajah maka Alloh memerintahkan RasulNya agar kaum wanita mengenakan jilbab ketika keluar untuk suatu kebutuhan. Yang dimaksud dengan menjulurkan jilbab adalah menutup wajah berdasarkan sebuah riwayat dari Ibnu Abbas Ra bahwa beliau berkata: ‘Alloh memerintahkan kaum wanita yang beriman bila ingin keluar rumah untuk suatu keperluan maka hendaknya menutup wajah dari atas kepala dengan kain jilbab’.”

Kenapa Harus Berhijab





Sebuah pertanyaan yang amat penting, namun jawabannya lebih penting. Akan tetapi pertanyaan di atas membutuhkan jawaban yang sangat panjang di sini saya akan sebutkan sebagian dari jawaban tersebut:
                Pertama: Karena berhijab merupakan ketaatan kepada Alloh dan RasulNya, dan ketaatan tersebut akan menjadi sumber kebahagiaan dunia dan akhirat, juga kesuksesan bersar yang tiada tandingannya. Maka seseorang tidak akan merasakan manisnya iman sebelum mampu melaksanakan perintah Alloh dan RasulNya serta berusaha merealisasikan semua perintah-perintah tersebut.
Alloh SWT berfirman:

 “Dan barangsiapa mentaati Alloh dan RasulNya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (Al-Ahzab: 71)
Rasululloh SAW bersabda;
“Sungguh akan merasakan manisnya iman bagi seseorang yang telah rela Alloh sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai nabi ( yang diutus Alloh ).” (HR. Muslim)
               

Kamis, 08 September 2011

Wanita & Terapi Kegelisahan

Nasihat-nasihat Penting untuk Menghalau Kegelisahan dan Meraih Kebahagiaan:
1
1.    “Jagalah Alloh niscaya Alloh menjagamu. Jagalah Alloh niscaya kamu dapati Alloh di hadapanmu.jika engkau meminta maka mintalah kepada Alloh, dan jika engkau memohon pertolongan maka mohonlah pertolongan kepada Alloh. Ketahuilah, bahwa umat manusia ini bila semuanya bersatu  padu untuk member manfaat kepadamu, niscaya mereka tidak dapat memberimu manfaat kecuali dengan sesuatu yang telah Alloh tetapkan untukmu. Dan seandainya mereka bersatu padu untuk memberimu kemudaratan dengan sesuatu, niscaya mereka tidak dapat memberimu mudarat kecuali dengan sesuatu yang telah Alloh tetapkan atasmu. Pena (penulisan takdir-takdir Alloh) telah diangkat (dari tugas menulisnya) dan lembaran-lembaran (tempat dituliskannya takdir-takdir itu) telah kering.” (HR. Ahmad dan at-Tirmidzi)
2.    Tetaplah tenang dan berdzikir kepada Alloh, seperti dalam firmanNya;
“Orang-orang yang berimandan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Alloh. Ingatlah, hanya dengan mengingat Alloh-lah hati menjadi tentram.” (Ar-Ra’d:28)
3.    Bertawakal kepada Alloh: Perbaikilah sikap tawakal anda, serahkanlah urusan kepadaNya, ridhalah dengan ketetapanNya, kembalilah kepadaNya, bergantunglah kepadaNya. Cukuplah Alloh sebagai pelindung bagi anda dan yang mencukupi anda. Barangsiapa yang bertawakal kepada Alloh, maka Alloh akan mencukupinya. Sesungguhnya Alloh akan menyampaikan kepada tujuannya. Alloh telah menetapkan ketetapan segala sesuatu.
4.

Hari Yang Penuh Dengan Ibadah

Ibadah, sebagaimana yang didefinisikan oelh para ulama, di  antaranya adalah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Yaitu: "Sebutan menyuluruh untuk setiap yang dicintai Alloh Subhānahu wa Ta’ālā dan diridhaiNya yang berupa ucapan dan perbuatan lahir dan batin.." Jika kita telah memahami itu, maka bisa kita katakan, bahwa tidak ada waktu tertentu untuk beribadah di dalam kehidupan manusia dan waktu lainnya untukselain beribadah. orang-orang yang mengira bahwa waktu ibadah adalah waktu-waktu shalat yang lima, atau waktu Ramadhan ketika melaksanakan puasa yang diwajibkan Alloh Subhānahu wa Ta’ālā, atau ketika melaksanakan rukun-rukun Islam lainnya yang ditetapkan waktunya dan bahkan tempatnya. mereka yang memahami seperti itulah ibadah, sebenarnya mereka salah paham. memang benar, bahwa itu semua adalah hal-hal yang pokok dalam agama, akan tetapi pengertian ibadah lebih luas dari sekadar itu semua.
Pengertian ibadah yang benar adalah: seseorang senantiasa dan selalu menggambarkan bahwa dirinya adalah hamba Alloh Subhānahu wa Ta’ālā, baik sedang shalat maupun di luar shalat, baik sedang senang maupun ketika kesempitan, baik ketika berkumpul bersama maunusia maupun ketika sendirian. Bila seorang Muslim bertolak dari sini, maka ia sedang beribadah (menghamba) kepada Alloh Subhānahu wa Ta’ālā. Karena itu, amal apa pun termasuk ibadah bila menjaga ketentuan-ketentuan Alloh Subhānahu wa Ta’ālā dan selama merasa selalu diawasi Alloh Subhānahu wa Ta’ālā. Jika demikian maka dianggap beribadah kepada AllohSubhānahu wa Ta’ālā, bahkana ketika memberikan nafkah kepada keluarganya sendiri, dan ketika memenuhi syahwatnya yang dilakukan pada yang halal, ini semua termasuk beribadah kepada Alloh Subhānahu wa Ta’ālāsemata.
Ketika kita telah menyadari tentang pemahaman yang benar terhadap ibadah maka hal ini menjadi factor yang mendorong kita untuk memanfaatkan waktu-waktu kita untuk hal-hal yang bermanfaat. Sehingga ketika kita menyia-nyiakan waktu tanpa manfaat, sebenarnya kita tengahterpedaya dari pengertian ibadah yang benar.
Anda, wahai wanita Muslimah… masih terus memelihara apa-apa yang dengan itu Alloh Subhānahu wa Ta’ālā memelihara anda di ruamh Anda yaitu amanat-amanat yang berupa harta suami, kehormatannya, pendidikan anak-anaknya atau tugas lainnya yang anda kerjakan di rumah. Jika itu semua anda lakukan dengan niat yang benar dan tujuan yang mulia, maka hal itu akan berubah mejadi ibadah dan anda mendapat pahala karenanya.
(Risalah Kaifa Taqdhi al-Muslimah Waqtaha)
Sumber: Buku Fikih Wanita Menjawab 1001 Problema Wanita

Senin, 05 September 2011

Wanita & Cinta Buta


Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum Warahmatullohi Wabarakatuh

Setiap manusia pasti pernah jatuh cinta apalagi seorang wanita yang dimana nafsunya lebih besar ketimbang akalnya. Artikel ini saya ambil dari buku yang berjudul Fikih Wanita Menjawab 1001 Problema Wanita yang disusun oleh Khalid al-Husainan, didalam buku ini akan menjelaskan tentang Hakikat cinta buta dan bahayanya, Tanda cinta buta yang kufur dan syirik, Sebab-sebab cinta buta, Cara mengatasinya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk teman-teman dan terutama untuk saya sendiri selamat membaca…….. ^_^